Konsolidasi LKTD

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar untuk seminaris sangat diperlukan karena dengan pengenalan tentang kepemimpinan sejak dini seminaris akan lebih kuat dalam kepercayaan diri dan kuat dalam mental. Pengembangan kepribadian pun juga diarahkan dengan adanya kegiatan ini yang didasarkan pada seminaris sebagai calon imam.

Konsolidasi LKTD ini dihadiri oleh R.D. Antonius Puri Anggoro selaku Romo Animator Domus dan Bapak Yosy Akrabia selaku Waka Kesiswaan sebagai narasumber. Menurut presentasi dari Bapak Yosy panggilan akrabnya, beliau mengatakan bahwa Kepemimpinan adalah proses mengarahkan orang dan memengaruhi aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan tugas dari anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Diharapkan seminaris mampu bukan hanya dalam bekerja individu melainkan juga tangguh bekerja sama dalam kelompok.

_DSC0908

Dikatan pula bahwa Memimpin orang atau mengarahkan orang atau mengatur orang adalah suatu hal yang “gampang-gampang susah”. Seorang pemimpin yang baik tahu akan kekurangan dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki anak buahnya. Sehingga jika anak buah memeiliki ide-ide yang kreatif dan membangun, seoarang pemimpin bisa menerima serta mengolah akan ide-ide yang muncul tersebut. Bawahan sering mempunyai pendapat, pengalaman, kematangan jiwa, kemauan, dan kemampuan yang berbeda bahkan bisa melebihi seorang pemimpin.

Gaya kepemimpinan ini juga bisa dipelajari dari tokoh terkenal seperti Ki Hajar Dewantara dengan semboyannya yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi contoh), Ing Madyo mangun karso (di tengah memberikan motivasi), Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan/support). Dan dipadukan juga dengan gaya kepemimpinan katolik mengambil dari Kitab Suci yaitu Cerdik dan tulus, cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10:16), Kerelaan hati untuk berkorban demi kepentingan bersama dan pelayanan(Mat 5:38-39), Teladan Yesus: datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Sedangkan Romo Puri di sesi kedua menyampaikan tentang bagaimana cara membuat laporan pertanggungjawaban, porposal, dan menyampaikan struktur organisasi. Melihat pengalaman di tahun-tahun sebelumnya pengetahuan tentang pelaporan ini sangat berguna bagi seminaris. Tanggung jawab akan segala kegiatan dan segala kelengkapan administrasi yang akan semakin menumbuhkembangkan sikap, kemampuan kognitif, dan pola berpikirnya.

Maka diharapkan ke depan seorang calon imam akan mampu mengetahui dan memaknai menjadi seorang pemimpin. Dan kelak ketika menjadi Imam mampu memimpin dengan hatinya, spiritualitasnya, pandangan hidupnya, serta sikapnya yang akan menjadi teladan bagi umatnya.

Bagikan:
Share

Tinggalkan Balasan