Latihan Kepemimpinan Tingakat Dasar (LKTD) merupakan salah satu metode dalam memeberikan gambaran konkret pada calon pemimpin. Dengan kegiatan LKTD ini diharapkan seminaris dapat menjadi seorang pemimpin dalam memimpim kelompoknya serta didasarkan pada seminaris merupakan calon imam dan siap menjadi seorang pemimpin.

Jenis kegiatan ini seminaris  memainkan permainan dalam kelompok. Dengan permainan yang sudah disiapkan panitia (dalam hal ini para guru yang menjadi panitia dan pembimbing), tujuannya agar seminaris mampu mengaktualisasikan sikap dan tindakan pemimpin terhadap kebijakan pada anak buahnya dalam kelompok.

Beberapa permainan yang telah disiapkan antara lain:

  1. Power Brain

Permainan ini bertujuan untuk membuktikan kemampuan pemimpin dalam menentukan keputusan terhadap anak buahnya. Dalam satu kelompok terdiri dari enam orang dan satu orang menjadi pemimpin untuk mengatur anak buahnya. Lalu salah satu anggota kelompok itu akan mengangkat beban plastik yang diisi pasir lalu akan berjalan bersama-sama dan akan ditambahkan beban tersebut pada setiap pos perhentian. Seorang pemimpin kelompok akan menentukan dan mengawasi anggotanya kapan waktunya diganti, karena beban yang dipikul akan semakin berat setiap pos pemberhentian. Area yang digunakan berbentuk persegi panjang dan terdapat 5 pos perhentian 4 pos disetiap pojok dan satu pos di tengah.

  1. Remote Control

Permainan ini bertujuan untuk melihat kemampuan pemimpin dalam memberikan perintah kepada anak buahnya menuju target yang dituju. Alur permainannya adalah setiap kelompok akan berbaris sambil berpegangan di pundak atau di pinggang lalu mata ditutup dengan kain agar tidak bisa melihat area kecuali pemimpinnya yang menjadi panutan bagi anak buahnya menju jalan yang benar melewati rintangan yang ada. Adapun rintangannya antara lain:  zig-zag, merangkak, melompat, merunduk, dan tujuan terakhir memukul lonceng dengan palu.

  1. Squitword

Permainan ini bertujuan untuk mambangun kerja sama dalam kelompok. Dalam permainan ini setiap kelompok akan berbaris kemudian satu kaki anggota yang terdepan ditekuk kebelakang dan diikat dengan salah satu tangan anggota yang di belakangnya begitu juga seterusnya. Lalu kelempok tersebut akan berjalan menuju tujuan yang sudah di tentukan dengan catatan waktu yang ditentukan pula.

  1. Bola Estafet

Permainan ini mengutamakan kerjasama kelompok dan kunci keberhasilan dalam menyelesaikan hal ini adalah ketenangan, fokus, dan tangkas dalam mengirimkan bola ke anggota lain dalam satu kelompok. Setalah bola tersebut sampai kepada pemimpin kelompok, maka pemimpin tersebut akan melembarkan bola tersebut ke dalam ember yang merupakan tujuan terakhir. Bola yang digunakan dalam permainan ini dalah bola pingpong.

  1. Keep The Fire

Permainan ini mengutamakan kerjasama kelompok untuk melindungi nyala lilin yang dibawa untuk menyalakan lilin pada sasaran yang telah ditentukan. Tugas panitia yang lain adalah sebagai pengganggu yang akan berusaha menghalang-halangi dalam menyelesaikan tugasnya dengan cara melempar plastik berisi air pada jarak yang telah ditentukan ke arah kelompok yang membawa nyala lilin tersebut.

Dengan kelima permainan tersebut masing-masing permainan dimainkan oleh dua kelompok sebagai lawan tandingnya. Lalu dengan melewati semua permainan itu seminaris dikumpulkan bersama untuk memberikan umpan balik dan refleksi tentang makna yang didapat ketika menjadi seorang pemimpin dan kerja sama dalam kelompok.

Bagikan:
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *