Biografi Ratna Sari Dewi Sukarno

Judul Buku : Perempuan Istimewa Soekarno

Data buku :

  1. Judul buku : Biografi Ratna Sari Dewi Sukarno Sakura di tengah Prahara
  2. Nama Pengarang : M. Yuanda Zara
  3. Penerbit : Ombak 2008
  4. Tahun: 2008
  5. Tebal buku : 252 halaman

Perempuan Istimewa Soekarno

                Biogeografi Ratna Sari Dewi Sukarno yang ditulis oleh M Yuanda Zara sangat kental dengan perjalanan hidup seorang Dewi dalam Kehidupan Tokoh Sukarno. Pendidikannya di Jurusan Ilmu Sejarah UGM Yogyakarta dengan predikat cum laude menggerakkan tangannya untuk menulis di berbagai media masa mulai dari Majalah Annida, Hidayatullah, Kedaulatan Rakyat, Jurnal Nasional, Jawa Pos, Gatra, Tempo, Koran Tempo hingga Kompas

                Dalam buku ini pengarang berusaha memaparkan secara detail awal sampai akhir kehidupan Ratna Sari Dewi dengan segala dinamika dan bagaimana menghadapinya. Pengarang menggambarkan kelemahan sekaligus kekuatan seorang Dewi sebagai perempuan dengan segala keterbatasan dan keperkasaannya.

                Kekhasannya tidak hanya runut atau urut dalam pemaparan disertai data-data tulisan berupa surat-surat dari Ratna Sari Dewi baik kepada Sukarno maupun Suharto ataupun kepada tokoh-tokoh lain yang berpengaruh dan dapat merubah sejarah, disertai foto-foto.

                Buku ini unik, di cover buku sudah sangat jelas gambar Ratna Sari Dewi yang cantik anggun di lain sisi duduk di dekat Sukarno dengan pakaian kebesarannya sebagai presiden, dan Dewi berkebaya seolah-olah menghayati perannya sebagai ibu negara Indonesia meskipun tidak sesederhana nampaknya. Latar belakang Istana Negara memperjelas perannya. Di cover belakang terdapat gambar atau foto Ratna sari Dewi dan tulisan Sukarno mengenai istimewanya Ratna Sari Dewi bagi pribadi Sukarno.

                Tema buku ini tentang perempuan yang punya arti istimewa bagi Soekarno yang merupakan sosok punya karakter  kuat ditempa prahara, selalu menjadikan dirinya punya nilai yang berharga di manapun, kapanpun, bagaimanapun situasi yang dihadapi.

                Penerbit Ombak 2008 mengemas tulisan M. Yuanda Zara dengan catatan kaki ukuran huruf yang berbeda kalau ada informasi yang memperkuat karakter tokoh, sejarah, foto-foto yang mendukung penggambarannya.

                Bagaimana seorang perempuan Jepang dengan nama asli Naoko Nemoto mendapat julukan wanita besi dari Jepang oleh Willien Oltmans. Bagaimana kita dapat melihat sisi lain perempuan dengan segala kecantikan, kelembutan mampu berkancah dalam intrink politik, bisnis, tanpa melupakan kesenangan akan hidup mewah glamour

Membaca buku Biografi ini kita akan dibawa pengarang pada babak-babak kehidupan yang punya keistimewaan sendiri dibuat bab per bab. Ada 10 bab masing-masing ada sub babnya. Bab I Darimana ia berasal, bab II Bukan cinta biasa, bab III Hari-hari terburuk, bab IV Kisah sang janda muda, bab V Madame d Syuga yang bikin resah, bab VI Rehat dari Publik (asi), bab VII Reformasi saatnya unjuk gigi, bab VIII Membuat berita di Mancanegara, bab IX Masa-masa sulit, bab X Satu bab sang suami.

Dari mana ia berasal, memaparkan masa kecil Ratna Sari Dewi yang penuh kekurangan mempunyai citc-cita pelukis, pengarang, kritikus sastra. Dilahirkan tanggal 6 Februari 1940 di Kawasan Ginza Tokyo sekolah di KOGAiI SCHOOL, MITA School dan kehidupan malam dari club ke club di Copocabana daerah Akasaka Tokyo.

Dalam bab bukan cinta biasa asmara Sukarno-Naoka menceritakan bagaimana kisah asmara Sukarno Naoka di awali. Dari ketertarikan Sukarno pada dunia malam Tokyo pada kunjungan 6 Juni 1959 mengenalkan Sukarno pada seorang pramuria Naoko. Ratna Sari Dewi/Naoko mendapat gelar/julukan first lady, pengamat kritis, decision maker, intisari perhiasan (hal 26). Awal ketertarikan Sukarno karena Naoko pandai menari dan menyanyi Bengawan Solo, hal yang mengusik Sukarno karena Naoko orang Jepang. Sukarno cinta mati dengan Dewi (hal 26) dituliskan/dicantumkan juga di cover belakang buku.

Kalau aku mati kuburlah aku di bawah pohon yang rindang. Aku mempunyai isteri yang      aku cintai dengan segenap djiwaku namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal ,kuburlah ia dalam kuburku, Aku menghendaki ia selalu bersama aku.

                                                                                                Djakarta, 6 Juni 1962

                                                                                                Soekarno

                Karena keadaan Negara, situasi yang tidak memungkinkan Soekarno meninggalkan Jepang hal itu menyebabkan Harakiri (bunuh diri ala Jepang) karena Naoka merasa terhina dan disia-siakan. Dewi mengikis tradisi politik Jepang yang patriakis.

                Bab hari-hari terburuk dan kisah sang Janda Muda menceritakan tentang prahara peristiwa G 30 S, Supersemar di tanah air, dan dialog-dialog dengan Soekarno yang menunjukkan Dewi mempunyai kemampuan seperti seorang detektif kawakan, advis brilliant, pandangan-pandangan politik (hal 59), perjuangannya dalam membela Soekarno. Pengamat politik Frouty (hal 96)… mencari bantuan presiden Ford dalam mendapatkan pembebasan orang-orang bangsanya dari penjajah. Dewi mencoba untuk menemukan jodoh.

                Madame D syuga yang bikin berita, rehat dari public (asi) reformasi saatnya unjuk gigi, membuat berita di mancanegara, masa-masa sulit melukiskan jatuh bangun Dewi dalam meneruskan kehidupannya lepas dari Sukarno bersama anaknya Karina Sari Dewi sering Sukarno keliru memanggil Kartika.

                Pada bab terakhir satu abad Sang Suami mengisahkan Bagaimana Ratna Sari Dewi mempunyai kebanggan dan kecintaan yang dalam (hal 233).

                Pengarang menggambarkan seorang perempuan, seorang Dewi yang mengukir sejarah pribadi Tokoh Indonesia Sukarno, juga sejarah bangsa meski kadang-kadang jarang diakui atau bahkan mendapat cemooh.

                Keunggulan dari buku ini 1) runut, urut seperti sejarah, 2) bahasa mengalir enak seperti kisah yang dialami sendiri, 3) dilengkapi tulisan tangan/scan tulisan Sukarno foto-foto, surat-surat, 4) jika pembaca ingin bagian tertentu bisa comot bab yang diinginkan

                Kelemahan 1) banyak kutipan yang dapat menganggu konsentrasi pembaca yang mungkin punya waktu sedikit, 2) data scan tulisan hanya milik Sukarno yang lain seperti tidak asli, 3) Pembaca yang punya idealisme harus punya waktu banyak untuk menelaah tulisan yang setara dengan sejarah perlu konsentrasi penuh, 4) ada yang belum diceritakan di depan tapi diangkat di belakang masalah-masalah rumah.

Bahasa mudah dimengerti mengalir, dikemas santun untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Kesalahan cetak sedikit dan tidak mengganggu Buku ini penting dibaca siapapun yang ingin mengetahui kebenaran sejarah para perempuan untuk mau dan mampu berkarakter yang kuat, sisi positif anak manusia di tengah prahara dan keterbatasannya.

Penulis Resensi : Dra. Johana Rosalia Nirmala
Guru Mata Pelajaran Biologi SMA Katolik Seminari Garum

52 Dilihat
Bagikan:
Share