Cerdas Dalam Penggunaan Obat (dagusibu)

Penyuluhan Kesehatan oleh klinik Pratama

Introduksi

Penyuluhan kesehatan oleh Ibu Ida dan Ibu Venta dari klinik Pratama “Santo Yusup” Seminari yang dilaksanakan jam 07.00 – 07.40 Hari Senin, 29 Juli 2019  tempat Ruang Multi Media untuk siswa SMAS Katolik Seminari Garum.

Substansi

Materi yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut adalah tentang yang Obat mempunyai sifat racun. Obat merupakan zat yang digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit serta pemulihan.

Obat dikenali dari nama obat, logo, NIE, kemasan, indikasi, efek samping, nama-alamat industri dan kadaluarsa. Penanda kemasan yang ada pada obat:  hijau (obat bebas), biru ( obat bebas terbatas, merah (obat keras). Obat berdasarkan cara penggunaan: obat dalam (tablet, kapsul, suplemen), obat luar (saleb kulit, salep mata, obat tetes).

Aturan penggunaan obat antibiotik yaitu digunakan sesuai dengan resep dokter karena mengandung mikrooganisme dan harus diminum sampai habis. Penggunaan obat yang terlalu lama dapat menimbulkan dampak positif seperti mencegah timbulnya bakteri serta dampak negatif yaitu dapat menimbulkan kecanduan dan kerusakan pada organ-organ tubuh seperti hati/ginjal.  Flu dan diare tidak perlu antibiotik.

Pembuangan obat secara benar yaitu menghilangkan semua label, menghancurkan terlebih dahulu obat yang berbentuk padat, membuang dalam kloset untuk obat yang berbentuk cairan selain antibiotik.

Tanya jawab

  • Doni (XI IPS)

“ Bagaimana cara mengatasi ketika salah minum obat?”

jawab

untuk pertolongan pertama bisa minum susu atau air kelapa, selanjutnya ke dokter.

  • Vito ( XII IPA)

“ Mengapa ketika minum obat dalam bentuk tablet harus minum air yang banyak?”

Jawab

adanya air akan mempercepat kerja obat

591 Dilihat
Bagikan:
Share