LONG MARCH CAMPING SMA KATOLIK SEMINARI

Long March Camping SMA Katolik Seminari 2019 (30 Agustus 2019 – 1 September 2019) telah berhasil dan sukses dilaksanakan oleh panitia angkatan Beato Dionisius. Lokasi yang dipilih untuk melaksanakan kegiatan tersebut berada di daerah Tlogo Gentong Resapombo, Kabupaten Blitar. Suasana pedesaan yang nyaman, asri, sejuk, dan dikelilingi oleh hamparan tanaman Stevia yang indah menjadi dasar pemilihan lokasi untuk acara Long March Camping SMA Katolik Seminari tersebut. Udara yang dingin nan sejuk dan semangat para seminaris menambah suasana acara Long March Camping semakin hidup.

Long March Camping atau yang biasa disebut dengan istilah LMC ini bertujuan untuk menerapkan dan mengembangkan jiwa sanctitas, sanitas, scientia dan societas para seminaris. Dalam acara LMC ini para seminaris diajak untuk menguji ketahanan fisik, kerja dalam tim, penguasaan medan camping, dan olah rohani. Olah rohani yang dimaksudkan di sini adalah bagaimana cara para seminaris dalam mengolah alam dan bersyukur atas alam yang telah diberikan Tuhan.

Pada hari pertama, kegiatan LMC ini diawali dengan para seminaris berjalan kaki mulai dari Stasi Wonorejo dengan jarak tempuh 9-10 km hingga lokasi tujuan, yakni Tlogo Gentong Resapombo, Kabupaten Blitar. Perjalanan panjang ini tentunya tidak akan membosankan karena terdapat 5 pos pemberhentian yang masing-masing posnya diisi dengan  permainan-permainan menarik yang bertujuan untuk mengasah pikiran dan melepaskan rasa lelah sejenak. Sesampainya di lokasi perkemahan, mereka langsung menyanyikan yel-yel atas kesuksesan mereka dalam menyelesaikan perjalanan yang begitu panjang, berbatu, dan berdebu. Selanjutnya, mereka pada masing-masing kelompok mendirikan tenda, memasak makanan untuk makan malam, melakukan doa rosario dalam kelompok, dan diakhiri dengan tidur malam.

Pada hari kedua, kegiatan LMC diawali dengan misa, yang kemudian dilanjutkan dengan memasak untuk sarapan pagi, dan melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Tirto Wening yang lokasinya tidak jauh dari lokasi perkemahan, kira-kira jarak tempuhnya 3-4 km dengan berjalan kaki. Lalu dilanjutkan dengan makan siang, memasak untuk makan malam, pesta api unggun, pentas seni, dan diakhiri dengan pesta bakar-bakar sate.

Perjalanan yang cukup panjang dan banyak menguras tenaga ini tentunya tidak lepas dari adanya pengamanan khusus yang telah dilakukan oleh panitia. Pengamanan secara khusus ini bertujuan agar para seminaris yang menjadi peserta dalam acara LMC tersebut dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman. Selain itu, panitia juga telah memberikan pita-pita berwarna kuning sebagai penanda arah jalan menuju lokasi perkemahan, sehingga para seminaris tidak akan tersesat dan tetap aman dalam menghadapi medan jalan yang berkelok-kelok serta berbatuan.

Pada hari terakhir, acara LMC diawali dengan misa penutupan, memasak untuk sarapan pagi, dan persiapan untuk kembali ke seminari.  Kegiatan yang begitu padat, melelahkan, banyak menguras tenaga, dan penuh dengan makna ini telah berjalan dengan sukses. Dengan ini, Romo/Diakon/Frater/Bapak/Ibu guru selaku tim inti dari acara Long March Camping mengucapkan terima kasih kepada Pak Keny (babinsa) yang telah membantu dalam perijinan dan menjaga keamanan, Yonif 511 yang telah mengawal perjalanan berangkat dan kepulangan para seminaris, masyarakat daerah Telogo Gentong yang dengan sukacita menyambut para seminaris untuk melakukan acara Long March Camping, Romo beserta para umat Paroki Resapombo, Romo beserta para umat Paroki Santo Yusuf  Blitar, semua warga seminari (para formator, suster, guru dan karyawan, Seminaris angkatan Beato Dionisius, dan seminaris XI,X), dan berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

336 Dilihat
Bagikan:
Share