RETRET GURU 2020 DI DOMUS MARIE, SARANGAN Blitar, 10-12 Januari 2020

Retret adalah sebuah kegiatan pribadi atau sekelompok orang yang bertujuan untuk mendapatkan ketenangan batin dengan cara merefleksikan diri, merenung, dan mengundurkan diri dari kesibukan dunia kerja yang ramai akan tugas dan dari pola atau gaya hidup yang kurang sehat dan tidak teratur untuk sementara waktu. Salah satu kegiatan yang baru saja dilaksanakan, tepatnya pada hari Jumat-Minggu, 10-12 Januari 2020 adalah retret. Retret kali ini diikuti oleh seluruh tenaga kependidikan SMA Katolik Seminari Garum yang bertempat di Domus Mariae, Sarangan, Magetan. Tema yang diangkat dalam retret ini adalah “Menjadi Pribadi yang Berbela Rasa dalam Komunitas yang Inovatif”. Retret dimulai pada hari Jumat, 10 Januari 2020 yang diawali dengan misa pembukaan dan dilanjutkan dengan acara sharing-sharing tentang sejarah Seminari oleh Romo RD. Edi Laksito, selaku narasumber dalam retret ini yang kemudian dilanjutkan oleh para guru. Para guru sangat antusias dalam mengikuti acara retret ini. Keantusiasan ini dapat diperdalam ketika ada beberapa guru yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya mengabdi  di SMA Katolik Seminari Garum mengungkapkan begitu banyaknya ia mengetahui tentang seluk-beluk Seminari, sehingga dengan ungkapan-ungkapan tersebut, guru lainnya dapat lebih mengenal dan membukakan wawasannya terhadap Seminari.

Hari kedua dimulai dengan misa yang kemudian dilanjutkan dengan Lectio Divina yang dipimpin oleh Romo RD. Stevanus Devi Christiawan, S. Fil., dengan menitikberatkan pada ayat-ayat dalam kitab suci Matius 13. Hal ini bertujuan untuk mengolah dan merefleksikan pandangan tentang Seminari, guru, dan siswa. Puncak acara dalam retret ini adalah para guru diminta untuk menuliskan nilai-nilai yang diperlukan untuk adanya perubahan menjadi yang lebih baik lagi bagi Seminari, guru, dan siswa. Setelah melewati diskusi yang cukup panjang, telah ditemukan dan diputuskan bahwa bagi Seminari muncul rumusan mentah untuk lebih menyempurnakan visi dan misi Seminari, bagi guru muncul nilai-nilai yang berkaitan dengan jiwa guru berdasarkan 4S, dan bagi siswa muncul living value yang dihidupi oleh para seminaris kelas X, XI, dan XII yang tentunya dilihat berdasarkan 4S dan 5 Nilai Kematangan. Retret diakhiri dengan Misa Peneguhan oleh Romo RD. Edi Laksito dan Romo RD. Stevanus Devi Christiawan, S. Fil., dan diikuti dengan acara foto bersama.

225 Dilihat
Bagikan:
Share